Rabu, 06 Juli 2016

PENYUSUNAN DATA

Pertemuan ke-14


CARA PENYUSUNAN / PENGOLAHAN DATA
a.       Editing
Editing merupakan proses meneliti kembali data yang telah terkumpul untuk mengetahui apakah data tersebut cukup baik dan dapat segera disiapkan untuk keperluan proses berikutnya. Tujuan editing, pada dasarnya adalah menghilangkan kesalahan yang terdapat pada pencatatan di lapangan dn bersifat untuk mengoreksi.
Hal-hal yang perlu diedit pada data masuk adalah sebagai berikut ;
1). Dapat dibaca atau tidaknya data yang masuk
2). Kelengkapan pengisian
3). Dipenuhi tidaknya instruksi sampling
4). Keserasian (consistency)
5). Apakah isi jawaban dapat dipahami
·         Coding
o   Coding merupakan pemberian kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk dalam kategori   yang sama. Kode adalah isyarat yang dibuat dalam bentuk angka-angka atau huruf-yang memberikan petunjuk atau identitas pada suatu informasi atau data yang akan dianalisis.
Mengapa kita menggunakan kode ?
Untuk menyederhanakan data penelitiannya. Misalnya dengan symbol angka, peneliti dimungkinkan untuk membuat perbandingan di antara jawaban responden secara mudah. Simbol/kode angka merupakan suatu cara menggolong-golongkan jawaban suatu pertanyaan, yaitu untuk mempermudah analisis data. Suatu contoh kode yang menunjuk suatu interval , penghasilan : Rp 1.000.000,00
Kode 1 : dibawah Rp 1.000.000,00
Kode 2 : Rp 1. 100.000,00- Rp 2.000.000,00
Contoh kode pada pertanyaan tertutup: Bagaimana pendapat anda tentang “banyak anak banyak rezeki?”
Kode  o tidak menjawab kode 1 sangat setuju 2, setuju  (dll).
b.       Pengolahan data dengan menggunakan statistic sederhana

Pengolahan data dengan statistic sederhana biasanya menggunakan beberapa tehnik seperti distribusi frekuensi (sebaran frekuensi), central  tendency (kecenderungan terpusat), dan ukuran dispersion seperti standar deviasi dan varians.
1)      Distribusi frekuensi (sebaran frekuensi)
Agar data penelitian lebih mudah dibaca dan dimengerti, data tersebut perlu disusun dalam bentuk table atau grafik. Misalnya, data penelitian tentang nilai sosiologi kelas XII untuk 50 siswa dengan data mentah sebagai berikut:
6,6,6,6,8,8,6,6,6,8,8,6,9,6,8,9,7,7,8,9,6,6,7,6,6,6,8,8,8,6,6,7,8,8,7,7,6,6,7,7,8,8,7,6,7,7,8,9,9,6
Dari data tersebut dapat kita susun dalam bentuk table sebagai berikut :
Tabel 1.1  Distribusi Frekuensi Nilai Sosiologi Kelas XII
Nilai
Frekuensi
Frekuensi Kumulatif
%
Kumulatif
6
20
20
40
40
7
11
31
22
62
8
14
45
28
90
9
5
50
10
100

2)       Kecenderungan Terpusat
Agar peneliti dapat memberikan ciri tertentu pada data penelitian khususnya dalam bentuk bilangan, langkah yang dilakukan adalah dengan mencari dan menggunakan mean, modus, dan median.
a)      Mean (rata-rata)
Mean dan rata-rata adalah bilangan yang berasal dari penjumlahan seluruh nilai bilangan dibagi dengan banyaknya bilangan (N). Misalnya, sepuluh orang siswa kelas XII mengikuti ulangan sosiologi dengan posisi nilai sebagai berikut.
               Tabel 6.2 Nilai Sosiologi
SUBJEK
NILAI
A
8
B
7
C
7
D
9
E
7
F
8
G
9
H
8
I
8
J
8
N = 10
∑ = 79

Rumus Mean =∑ fx  Jadi, Mean = 79 = 7,9
                                 N                          10
Keterangan:
∑ = sigma atau jumlah
M= Mean atau rata-rata
F= frekuensi
X= bilangan berturut-turut atau data
N= Banyaknya subyek atau unit bilangan
b)     Modus
Modus adalah nilai data yang paling banyak muncul atau frekuensi pemunculan yang paling banyak.
Nilai
Frekuensi
9
2
8
5
7
3
Dari  table di atas data nilai sosiologi kelas XII, dapat kita lihat nilai yang paling banyak muncul adalah nilai 8 dengan frekuensi 5 orang siswa.
c)      Median
Median adalah suatu nilai yang merupakan setengah dari jumlah dua nilai yang berada di tengah-tengah atau nilai titik tengah yang membagi seluruh data menjadi dua bagian yang sama besarnya. Caranya untuk data tunggal harus diurutkan dulu, dari yang paling kecil sampai yang paling besar.

Semoga bermanfaat :)

Sumber

http://sman1buaymadang.blogspot.co.id

DATA

Pertemuan ke-13
Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya.
Menurut berbagai sumber lain, data dapat juga didefinisikan sebagai berikut:
  • .       Menurut kamus bahasa inggris-indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta
  •             Dari sudut pandang bisnis, data bisnis adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions)yang terjadi
  •             Pengertian yang lain menyebutkan bahwa data adalah deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi.
  •       Intinya data itu adalah suatu fakta-fakta tertentu sehingga menghasilkan suatu kesimpulan dalam menarik suatu keputusan

Data mencakup fakta dan angka-angka yang relative tidak berarti, yang diubah menjadi informasi oleh suatu pengolah informasi.

Okay sekian .. semoga bermanfaat JJJ

Sumber

https://id.wikipedia.org

LAPORAN ILMIAH

Pertemuan ke-12


Laporan ilmiah adalah bentuk tulisan ilmiah yang disusun berdasarkan data setelah penulis melakukan percobaan, peninjauan,pengamatan, atau membacga artikel ilmiah. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan tentang laporan ilmiah.
Macam-Macam Laporan
Terdapat 7 macam-macam laporan ilmiah yang biasa dibuat untuk membuat laporan, berikut ke 7 laporan tersebut.
1.      Laporan berbentuk formulir isian
Laporan ini biasanya telah disiapkan blanko daftar isian yang diserahkan pada tujuan yang akan dicapai.
2.      Laporan berbentuk surat
Laporan yang bentuk surat prinsipnya sama dengan surat biasa perbedaannya terlatak pada isi dan panjang surat.
3.      Laporan berbentuk memorandum
Laporan berbentuk memo atau catatan pendek lebih singkat dibanding surat.laporan ini sering digunakan dalam lingkungan organisasi/lembaga/antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja.
4.      Laporan perkembangan dan keadaan
Laporan perkembangan adalah laporan yang bertujuan untuk menyampaikan perkembangan,perubahan yang sudah dicapai dalam usaha untuk mencapai tujuan/sasaran yang telah ditentukan tujuannya untuk menyebarkan kondisi yang ada pada saat laporan itu dibuat.
5.      Laporan berkela
Laporan berkela dibuat secara rutin (harian,mingguan,bulanan,tahunan) misalnya laporan keuangan,produksi dan peningkatan prestasi.
6.      Laporan laboratoris/hasil penelitian
Laporan laboratoris tujuannya untuk menyampaikan hasil dari percobaan/penelitian yang dilakukan dilaboratorium.
7.      Laporan formal/semi formal
Laporan formal ialah laporan yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu/sistematika baku sebuah laporan ilmiah.jika tidak lengkap menjadi laporan semi formal.

Syarat Laporan Ilmiah
Terdapat 7 Syarat dalam pembuatan laporan ilmiah, berikut syarat-syarat nya:
1.      Komunikatif  yaitu uraian yang disampaikan dapat dipahami pembaca. Kata dan kalimat yang disusun penulis hendaknya bersifat denotatif, sehingga tidak menimbulkan penafsiran ganda pada pembaca. Pemahaman penulis hendaknya sama dengan pemahaman pembaca.
2.      Bernalar yaitu tulisan itu harus sistematis, berurutan secara logis, ada kohesi dan koherensi, dan mengikuti metode ilmiah yang tepat, dipaparkan secara objektif, benar, dan dapat dipertanggungjawabkan.
3.      Ekonomis yaitu kata atau kalimat yag ditulis hendaknya diseleksi sedekimian rupa sehingga tersusun secara padat berisi.
4.      Berdasarkan landasan teori yang kuat yaitu suatu hasil karya ilmiah bukan subjektivitas penulisnya, tetapi harus berlandaskan pada teori – teori tertentu yang dikuasai secara mendalam oleh penulis. Penulis melakukan kajian berdasar teori – teori tersebut.
5.      Tulisan harus relevan dengan disiplin ilmu tertentu yaitu tulisan ilmiah itu ditulis oleh seseorang yang menguasai suatu bidang ilmu tertentu. Maka, tulisan ilmiahnya harus menunjukkan kedalaman wawasan dan kecermatan pikiran berkaitan dengan disiplin ilmu tertentu tersebut. Penguasaan penulis pada disiplin ilmu tertentu akan tampak melaluin teori, pendekatan, pemaparanyang selalu berlandaskan pada prinsip – prinsip ilmu tertentu.
6.      Memiliki sumber penopang mutakhir yaitu tulisan ilmiah harus mempergunakan landasan teori berupa teori mutakhir (terbaru). Penulis ilmiah harus mencermati teori – teori mutakhir melalui penelusuran internet atau jurnal ilmiah.
7.      Bertanggung jawab yaitu sumber data, buku acuan, dan kutipan harus secara bertanggungjawab disebutkan dan ditulis dalam karya ilmiah. Teknik penulisan yang tepat serta penggunaan bahasa yang baik dan benar juga termasuk bentuk tanggung jawab seoranng penulis karya ilmiah.
Cukup sekian, semoga bermanfaat bagi pembacanya JJJ

Sumber :
http://bangbiw.com/

P A R A G R A F

Pertemuan 9,10,11


Dalam menyusun sebuah kalimat pasti kita mengenal adanya paragraf. Kalimat adalah kumpulan dari beberapa paragraf yang tersusun sehingga teks tersebut menjadi padu. Dalam pembahasan artikel ini kita akan memelajari tentang pola pengembangan paragraf. Jenis paragraf berdasarkan pola pengembangannya dibagi menjadi 10 jenis. Simak pembahasannya dibawah ini:
1.      DEFINISI
Paragraf ini menguraikan sebuah gagasan yang abstrak atau istilah yang menimbulkan kontroversi yang membutuhkan penjelasan.
Contoh:
Loyalitas pelanggan adalah suatu sikap dan perilaku seseorang untuk tetap bertahan dalam membeli sesuatu pada toko yang diyakininya sebagai toko yang dapat dipercaya, baik tentang harga maupun tentang kualitas barang. Meskipun banyak toko-toko baru yang bermunculan, Ia tetap menjadi pelanggan yang setia pada toko itu betapapun gencarnya usaha pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan lain, keyakinannya tidak goyah terhadap toko yang dilangganiya.
2.      KLIMAKS-ANTIKLIMAKS
a. Klimaks adalah perincian gagasan cerita dari bawah menuju gagasan cerita yang paling puncak. Bisa juga diartikan sebagai bagian dalam cerita yang mendeskripsikan peristiwa sampai pada konflik yang paling tinggi.
Contoh :
Setelah cobaan bertubi-tubi menimpa Arifin dalam pencarian Istrinya, akhirnya ia mengetahui istrinya berada di kamp. Tahanan politik di pulau Buru. Tak terhitung tetesan air mata dan darah yang mengucur. Pengorbanannya terbayar sudah. Ia bisa bertemu dengan Nurbaya, istri tercintanya. Ia pun segera berlari tanpa alas kaki menuju kamp. Tahanan itu. Begitu kagetnya ketika arifin mendapati istrinya tergeletak lemas dengan bekas tikaman pisau di dada kirinya. Ia tak kuasa menahan tangis dan menjerit sejadi-jadinya.
b. Antiklimaks adalah variasi gagasan yang dimulai dari gagasan cerita yang paling tinggi kemudian diikuti dengan gagasan yang lebih rendah secara perlahan-lahan. Bisa juga diartikan sebagai penurunan masalah dalam cerita dari konflik tertinggi kemudian berangsur-angsur menuju ke konflik terendah.
Contoh :
“Kini ia menjadi salah satu mafia kelas kakap di daerahnya. Ia sudah memiliki daerah kekuasaannya sendiri. Tak ada yang bakal menyangka kalau penjahat itu dulunya adalah seorang anak yang pintar dan sholeh. Entah apa yang membuatnya begini. Satu hal yang pasti adalah, anak itu telah mengalami tahun-tahun yang buruk sehingga membuatnya menjadi seperti ini.”
3.      SUDUT PANDANG
Pola sudut pandang ialah pola pengembangan paragraf yang didasarkan pada persepsi berkaitan dengan posisi atau tempat penulis pada sebuah teks.
Contoh :
“Aku dilahirkan di kota tapis berseri ini. Ketika aku berumur dua tahun, ayah dan ibuku membawaku ke sebuah kerajaan tambak udang di kabupaten tulang Bawang. Disinilah aku pertama kalinya merasakan kehidupan sejauh yang kuingat. Karena aku tak ingat bagaimana aku dilahirkan dan bagaimana orang tuaku membawaku ke sini.”
4.      PERBANDINGAN DAN PERTENTANGAN
Perbandingan adalah upaya mengamati persamaan yang dimiliki oleh dua benda atau lebih, sedangkan pertentangan lebih banyak menonjolkan perbedaan yang ada pada dua benda atau lebih.
Contoh :
Pemerintah telah menyediakan gas epigi 3kg dan 12 kg. Sama halnya dengan minyak tanah, gas elpigi juga dapat digunakan untuk kegunaan rumah tangga dengan harga yang murah. Pemerintah memandang perlu untuk mengonversikan keterbutuhan minyak tanah ke gas elpigi karena produksi minyak tanah saat ini sangat mahal. Disamping itu, penggunaan gas elpigi dianggap lebih praktis dan ekonomis.
5.      ANALOGI
Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan.
Contoh :
Dalam hal belajar manusia perlu mencontoh ilmu padi. Semakin berisi maka ia akan semakin merunduk. Begitulah seharusnya, semakin kita berilmu hendaknya diikuti dengan kerendahan hati. Tidak sepatutnya manusia sombong atas kepintaran yang dimilikinya. Ilmu yang sebenarnya pada hakikatnya ialah ilmu yang dapat berguna bagi banyak orang. Kecerdasan yang sebenarnya adalah ketika kecerdasan itu dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
6.      CONTOH
Sebenarnya, kondisi ekonomi kita sudah relatif membaik.Indikatornya dapat dilihat dari berbagai aspek.
Contoh :
Dalam bidang otomotif. Setiap hari kita temukan aneka kendaraan melintas di jalan raya. Sepeda motor baru, mobil pun baru. Ini menandakan bahwa taraf hidup masyarakat mulai membaik. Indikator lain seperti daya beli masyarakat akan kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Dalam bidang papan, misalnya, banyak warga masyarakat yang membangun tempat tinggal yang permanen.
7.      KAUSAL
Dalam pola ini sebab bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai rincian pengembangannya. Namun demikian, susunan tersebut biasanya juga terbalik. Akibat dapat berperan sebagai gagasan utama, sedangkan sebab menjadi rincian pengembangannya.
Contoh:
Penumpukan sampah kian hari tidak bisa diatasi. Ditambahkan dengan kebiasaan warga membuang sampah secara sembarang yang semakin memperburuk keadaan. Pemerintahpun terkesan tidak sigap mengambil tindakan mengatasi problematika bersama ini. Dan hasilnya, banjir tiap tahun merupakan menu wajib di ibukota. Banyak rumah yang terendam. Dan juga alur perekonomian pun perlahan mati suri.
8.       UMUM-KHUSUS / KHUSUS-UMUM
Menarik kesimpulan dengan cara penalaran secara umum berdasarkan referensi data, atau peristiwa khusus secara representatif.
Contoh:
Umum-Khusus
Pada waktu menulis surat kita harus tenang. Kalau sedang sedih, bingung, kesal, atau marah kita jangan menulis surat. Kesedihan, kebingungan, kekesalan, dan kemarahan itu akan tergambar dalam surat kita. Mungkin akan tertulis kata-kata yang kurang terpikir, terburu nafsu, dan dapat merusak suasana.
Khusus-Umum
Dengan bahasa, manusia dapat menyampaikan bermacam-macam pikiran dan perasaan kepada sesama manusia. Dengan bahasa pula, manusia dapat mewarisi dan mewariskan semua pengalaman dan pengetahuannya. Seandainya manusia tidak berbahasa, alangkah sunyinya dunia ini. Memang bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.
9.      PROSES
Sebagai suatu fungsi penyediaan jasa, akuntansi merupakan sumber informasi keuangan yang bersifat kuantitatif kepada berbagai pihak yang berkepentingan. Sebagai suatu system informasi, petugas akuntansi (akuntan) melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data keuangan perusahaan. Perusahaan harus selalu mengikuti perkembangan data akuntansi sehari-hari. Hari ini perlu dilakukan sebagai pedoman untuk membuat keputusan ekonomis
10.  KLASIFIKASI
Klasifikasi adalah usaha mengelompokkan berbagai hal yang dianggap memiliki kesamaan ke dalam satu kategori. Dengan demikian hubungan di antara berbagai hal itu menjadi satu kesatuan yang utuh.
Contoh:
Indonesia memiliki hewan dan tumbuhan endemik yang sangat banyak, terdiri dari burung, hewan berkaki empat ataupun hewan berkaki dua, Tumbuhannya juga sangat menarik dan indah, tak kalah indah dengan bunga sakura . hewan endemik Indonesia seperti, harimau sumatra,  Orang utan, Badak bercula satu, siamang, burung endemik Indonesia seperti, Burung Cencrawasih, Burung kakatua putih, dan sebagainya. flora endemik Indonesia seperti, bunga bangkai, bunga kangtong semar, Matoa, dan sebagainya.


Sumber:
Kakakpintar.com


Senin, 04 Juli 2016

ARTIKEL, RESENSI, DAN LAPORAN

Seringkali kita menjumpai banyak majalah,novel maupun koran dan bacaan lainnya. Taukah kalian? Masing-masing dapat dikategorikan ke dalam artikel, resensi dan laporan. Disini saya akan mengulas singkat mengenai apa itu atikel, resensi dan laporan. Okee langsung saja

ARTIKEL

Pengertian
* KBBI (2006) – Artikel ialah sebuah karya tulis secara lengkap, contohnya esai di majalah atau        laporan berita, surat kabar, dsb.
* Sumandiria (2004) – Artikel merupakan sebuah tulisan lepas yang berisikan opini atau pendapat seseorang yang mengupas tuntas tentang sebuah masalah yang sifatnya aktual & biasanya kontroversial dengan tujuan untuk mempengaruhi, memberitahu, meyakinkan & menghibur para pembaca.
* Al-‘Aqli – Artikel merupakan sebuah tulisan yang ditulis oleh masing-masing disiplin ilmu & setiap pembahasan dikaji dan diselesaikan dengan cara tuntas, lugas dan jelas sehingga para pembaca dapat mengambil inti sari dari sebuah karangan yang ditulis.

Ciri-cirinya antara lain:
* Memiliki isi yang bersumber pada fakta dan tidak hanya sekedar realita;
* Berisikan tulisan yang singkat, padat, jelas dan tuntas;
* Hasil tulisannya original;
* Sifatnya faktual dengan mengungkapkan berbagai data yang diketahui oleh pengarang;
* Isi atau uraian karangannya sesuai fakta yang diperoleh dari narasumber atau objeknya, jadi tidak hanya hasil pemikiran si penulis;
* Isi artikel bisa berupa pemaparan mengenai biografi seorang tokoh, peristiwa, kisah perjalanan seseorang, argumentasi, hasil riset, berita terkini dls;
* Gagasan yang diangkat harus menyangkut kebutuhan para pembaca atau khalayak umum.

Narasi
Dalam narasi sederhana yang dikenal sebagai cerita. Dalam narasi peristiwa atau kejadian secara kronologis. Dalam acara tersebut ada juga pemimpin yang menangani konflik. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi.
Contoh:
* Narasi yang berisi fakta: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Contoh narasi dalam bentuk fiksi: novel, cerpen, cerbung, atau komik.
Eksposisi
Esai ini berisi deskripsi atau penjelasan dari topik dalam rangka memberikan informasi tambahan atau pengetahuan untuk pembaca. Untuk memperjelas deskripsi, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.
Contoh:
* Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang utama, yaitu akuntansi dan auditing. Di bidang akuntansi, retensi pekerjaan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, akuntansi perencanaan sistem informasi juga digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan.
* Pekerjaan audit di bidang akuntansi dalam bentuk pemeriksaan objektif laporan keuangan untuk menilai kewajaran informasi yang terkandung dalam laporan.
Argumentasi
Bertujuan untuk membuktikan kebenaran pendapat / kesimpulan dengan data / fakta sebagai alasan / bukti. Menurut argumen penulis mengharapkan pembenaran pembaca. Elemen pendapat dan data, serta fakta atau alasan yang mendukung pendapat.
Contoh:
* Kepahlawanan harus selalu dipupuk dan dikembangkan sebagai heroik. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan kepribadian luhur, berjiwa, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan kasih kepada sesama. Semua sifat ini diperlukan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.
Persuasi
Karangan ini bertujuan untuk mempengaruhi pembaca untuk melakukan sesuatu. Dalam persuasi penulis mengharapkan gerakan motorik dalam bentuk tindakan motorik yang dilakukan oleh pembaca menurut penulis direkomendasikan dalam esai.
Contoh:
* Katakan tidak untuk obat menghemat energi untuk generasi mendatang Hutan sahabat kita hidup sehat tanpa rokok Membaca memperluas cakrawala Langkah menyusun persuasi: Menentukan topik / tema Merumuskan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Mengembangkan garis mengembangkan lini menjadi persuasi buket.


RESENSI

Pengertian
Resensi berasal dari bahasa Latin yaitu revidere atau recensie yang artinya menimbang, melihat kembali atau menilai. Dalam KBBI disebutkan bahwa resensi merupakan ulasan dari sebuah buku. Maka resensi adalah ulasan singkat mengenai isi suatu buku, majalah, novel, drama atau film yang biasanya disiarkan melalui media-media sosial. Adapun tindakan meresensi ialah memberikan suatu penilaian, membahas, mengkritik atau mengungkapkan kembali isi didalamnya.

Unsur-Unsur Resensi
1. Identitas Buku, Identitas buku meliputi judul, nama pengarang, nama penerbit dan alamatnyam nomor edisi, dan ketebalannya. Identitas buku dapat juga meliputi ukuran buku, warna dan ilustrasi jilid. Akan tetapi, dalam kepentingannya dengan penulisan resensi hal itu jarang sekali dimunculkan
2. Ikhtisar Buku, Ikhtisar buku disusun berdasarkan pokok-pokok isi buku. Akan tetapi, karena buku yang akan anda resensi itu berua novel maka cara menentukan pokok-pokok tidak sama dengan buku nonfiksi. pokok-pokok isi novel dapat ditentukan berdasarkan keadaan ataupun peristiwa-peristiwa penting.
3. Kepengarangan, Sosok pengarang sering diceritakan dalam resensi novel. Hal itu terutama berkaitan dengan latar belakang, keahlian, sikap-sikap, dan karya-karyanya. Bagian-bagian tersebut diceritakan secara ringkas dan umumnya tidak melebihi satu paragraf. Sosok pengarang umumnya dicantumkan di halaman pertama atau dibagian belakang novel itu. Dari sanalah anda dapat berbicara tentang unsur kepengarangan. Untuk pengarang yang sudah terkenal, anda dapat membacanya dari sumber-sumber lain. Dari internet pun anda bisa memperoleh informasi lebih lengkap lagi
4. Keunggulan dan Kelemahan, Keunggulan dan kelemahan dalam resensi dapat berkaitan dengan unsur-unsur novel. Terhadap unsur-unsur itu, anda memberikan penilaian, baik itu berdasarkan kesedarhanaan, kejelasan kekhasan, pengusaan masalah, dan aspek-aspek lainnya yang ditentukan sendiri.

Adapun tujuan resensi buku diantaranya adalah sebagai berikut
:
* Untuk memberikan suatu pemahaman & informasi secara komprehensif kepada masyarakat atau pembaca tentang isi buku yang diresensi.
* Mengajak pembaca untuk mendiskusikan dan memikirkan lebih jauh tentang masalah yang diangkat  yang ada dalam buku tersebut.
* Untuk memberikan pertimbangan kepada pembaca tentang pantas atau tidaknya buku itu untuk dibaca atau diterbitkan.
* Untuk memberikan jawaban mengenai pertanyaan-pertanyaan dari pembaca ketika buku baru diterbitkan.


LAPORAN

Pengertian
Laporan adalah keterangan atau informasi tentang suatu keadaan atau kegiatan berdasarkan fakta. Laporan juga merupakan bentuk komunikasi yang dapat dilakukan secara tertulis atau lisan mengenai sesuatu hal tertentu sesuai dengan tujuan penulisannya.

Fungsi Laporan
Fungsi laporan diantaranya adalah sebagai berikut:
* pertanggungjawaban bagi orang yang diberi tugas.
* landasan pimpinan dalam mengambil kebijakan/keputusan.
* alat untuk melakukan pengawasan.
* dokumen sebagai bahan studi dan pengalaman bagi orang lain.

Laporan terbagi menjadi seperti berikut
1. Laporan berbentuk formulir atau matriks, yaitu laporan yang tinggal mengisi pada blangko yang disediakan.
2.  Laporan berbentuk memorandum atau nota, yaitu laporan yang diuraikan secara singkat. Laporan ini dibuat dalam rangka proses hubungan kerja antara atasan dan bawahan atau antar-unsur-unsur dalam suatu instansi.
3.  Laporan berbentuk surat, yaitu laporan yang diuraikan lebih panjang dari memorandum sebagaimana uraian dalam bentuk surat biasa. Jenis laporan ini dapat dipergunakan untuk bermacam-macam topik.
4. Laporan berbentuk naskah, yaitu laporan yang panjang, biasanya disusun seperti makalah. Materi laporan dibagi menjadi beberapa topik dan subtopik.
5. Laporan berbentuk buku, yaitu laporan yang disusun dalam bentuk buku.
Demikian ulasan singkat mengenai artikel, resensi, dan laporan, semoga bermanfaat JJJ






Sumber :
www.seputarpengetahuan.com
https://id.wikipedia.org/

Minggu, 03 Juli 2016

PENYUSUNAN LAPORAN

Laporan adalah keterangan atau informasi tentang suatu keadaan atau kegiatan berdasarkan fakta. Laporan juga merupakan bentuk komunikasi yang dapat dilakukan secara tertulis atau lisan mengenai sesuatu hal tertentu sesuai dengan tujuan penulisannya. Uraian berikut akan lebih ditekankan pada pembahasan hal-hal yang berkaitan dengan laporan tertulis. Laporan inilah yang secara resmi dijadikan sebagai sumber informasi, alat pertanggungjawaban, dan alat pengambilan keputusan dalam kehidupan organisasi.
Dari segi bentuk tertulis, laporan terbagi menjadi seperti berikut
      1.      Laporan berbentuk formulir atau matriks, yaitu laporan yang tinggal mengisi pada blangko yang disediakan.
      2.       Laporan berbentuk memorandum atau nota, yaitu laporan yang diuraikan secara singkat. Laporan ini dibuat dalam rangka proses hubungan kerja antara atasan dan bawahan atau antar-unsur-unsur dalam suatu instansi.
      3.       Laporan berbentuk surat, yaitu laporan yang diuraikan lebih panjang dari memorandum sebagaimana uraian dalam bentuk surat biasa. Jenis laporan ini dapat dipergunakan untuk bermacam-macam topik.
      4.      Laporan berbentuk naskah, yaitu laporan yang panjang, biasanya disusun seperti makalah. Materi laporan dibagi menjadi beberapa topik dan subtopik.
      5.      Laporan berbentuk buku, yaitu laporan yang disusun dalam bentuk buku.

Struktur Laporan
Ø  Unsur-unsur struktur laporan yang umum berlaku dalam penyusunan laporan, antara lain.
Format laporan
             Format laporan pada umumnya memiliki unsur-unsur yang terbagi atas :
  1.       Halaman sampul (cover) memuat judul laporan, yaitu diletakkan ditengah halaman dengan bentuk dan ukuran huruf yang proporsiona
  2.       Logo, lambang badan lembaga atau institusi, yaitu diletakkan di tengah asal judul dengan ukuran sesuai ketentuan.
  3.       Nama ketua atau anggota tim pembuat laporan dan ditulis lengkap dengan atau tanpa gelar kesarjanaan
  4.        Nama badan, lembaga atau institusi.
  5.             Tahun penulisan laporan.

Halaman judul
Berisi hal-hal yang sama seperti halaman sampul (cover).

Halaman pengesahan
Antara lain memuat : Judul lapor, identitas laporan lengkap dengan daftar nama ketua dan anggota tim pembuat laporan dan tanggal pengesahan laporan yang ditandai oleh tanda tangan ketua tim pembuat laporan serta tanda tangan pimpinan badan, lembaga atau institusi.

Prakata
Memuat penjelasan singkat latar belakang dan tujuan kegiatan yang dilaporkan. Selain itu, juga dicantumkan ucapan terimakasih kepada pihak (perorangan dan lembaga) tertentu yang membantu proses kegiatan sejak persiapan hingga penulisan laporan. Dalam prakata sedapat mungkin dihindari hal-hal yang bersifat ilmiah.

Daftar isi
Memuat gambaran secara menyeluruh tentang isi laporan yang dapat menuntun pembaca apabila ingin melihat langsung bagian tertentu. Daftar isi memuat urutan judul, subjudul, dan subjudul-subjudul yang lebih kecil beserta nomor halaman.

Daftar tabel
Memuat urutan judul tabel serta nomor halaman.

Daftar gambar
Memuat urutan judul gambar dan nomor halaman.

Daftar lampiran
Memuat urutan judul lampiran dan nomor halaman.

Abstrak atau intisari
Ditulis bahasa Indonesia.Tulisan ini merupakan pembukaan laporan, yang umumnya tidak lebih dari lima ratus kata, spasi rapat
Berisi : tujuan utama dan lingkup kegiatani, penjelasan singkat metode yang digunakan, ringkasan faktual hasil pelaksanaan kegiatan, dan simpulan utama.

Isi
      a)      Bab Pendahuluan
      Pendahuluan memuat deskripsi latar belakang: alasan-alasan mengapa kegiatan yang dilakukan           penting dan menarik. Selain itu, diicantumkan rumusan tujuan kegiatan. Hal utama yang perlu             dihindari dalam penyusunan pendahuluan adalah kecenderungan penulis laporan untuk membuat         pendahuluan menjadi suatu ulasan (review) yang sangat panjang yang terlalu banyak mengulas           bahan pustaka.
1.      Tujuan dan manfaat kegiatan, tujuan penelitian dirumuskan berdasarkan masalah-masalah yang ada sehngga rumusannya berkorelasi dengan rumusan masalah. Rumusan tujuan kegiatan dinyatakan secara eksplisit dalam formulasi kalimat yang operasional. Artinya, pemecahannya harus didasarkan pada parameter yang jelas, serta dapat dikerjakan dengan metode, teori, dan teknik tertentu.
2.      Ruang lingkup kegiatan, subbab ruang lingkup memuat paparan tentang subjek dan objek kegiatan Juga memuat paparan aspek/segi/unsur kegiatan yang akan dilakukan, serta relevansinya dengan tujuan kegiatan.
3.      Metode dan langkah kerja kegiatan Subbab ini merupakan bagian penting sebuah kegiatan. Dalam subbab ini diuraikan metode yang dipilih sesuai dengan tujuan kegiatan. Adapun langkah kerja kegiatan yang umum dilakukan didasarkan pada tahap-tahap umum sebuah kegiatan, yaitu tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan penyajian laporan hasil kegiatan.
4.      Sistematika penulisan laporan Subbab sistematika penulisan laporan memuat urutan penyajian laporan proses dan hasil kegiatan secara ringkas dan sistematik. Diawali dengan bab 1 pendahuluan berikut subbab-subbabnya, kemudian bab 2 proses pelaksanaan kegiatan berikut subbab-subbabnya, dan begitu seterusnya hingga bab akhir berupa penutup, daftar pustaka, dan lampiran.
     b)    Bab pembahasan atau pelaksanaan kegiatan
     Bab pembahasan/pelaksanaan kegiatan memuat seluruh proses pelaksanaan kegiatan, berupa              uraian penerapan metode dan teknik pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran kegiatan.                  Caranya dengan memisahkan pembahasan/pelaksanaan kegiatan dalam beberapa bab terpisah              sesuai dengan ruang lingkup kegiatan atau sasaran kegiatan
     c)    Bab Penutup
     Bab ini terdiri dari subbab simpulan dan subbab saran yang dipaparkan secara terpisah. Simpulan        merupakan pernyataan singkat dan tepat penjabaran proses dan hasil pembahasan/pelaksanaan            kegiatan untuk menunjukkan pencapaian tujuan kegiatan. Penulisan simpulan disusun secara              runtut sesuai urutan tahapan kegiatan. Dalam hal ini, simpulan yang merupakan jawaban terhadap      masalah utama kegiatan hendaknya dipaparkan terlebih dahulu, baru kemudian secara berurutan          dipaparkan simpulan-suimpulan lain sesuai derajat keutamaannya.

Saran
Disusun berdasarkan pertimbangan dan pengalaman penulis dan ditujukan kepada pihak lain, terutama penerima laporan, agar mendapat tanggapan lebih lanjut.

Daftar pustaka
Di bagian ini dicantumkan semua pustaka yang dirujuk sebagai referensi kegiatan. Tata cara penulisan daftar pustaka dimulai dengan nama pengarang yang disusun ke bawah menurut abjad. Dalam urutan ke bawah tidak ada perbedaan antara buku dan majalah/jurnal/bulletin, perbedaannya terletak pada penulisan huruf dan tanda bacanya. Hasil wawancara dapat digunakan sebagai daftar pustaka apabila telah ditranskripsikan dalam bentuk tulisan yang diberi judul. Adapun daftar pustaka yang bersumber dari internet cara penulisannya diatur secara khusus dalam tata tulis tersendiri.
Pada umumnya urutan cara penulisan daftar pustaka :
nama pengarang, tahun penerbitan, judul buku, jilid, kota tempat penerbitan, dan nama penerbit. Judul buku menggunakan huruf miring (Italic), tanpa diapit tanda kutip. Majalah atau koran : nama pengarang, tahun penerbitan, judul tulisan, nama majalah, hari/minggu, tanggal, tahun terbit, nomor halaman, dan nomor kolom. Judul tulisan atau artikel ditulis dalam tanda kutip, nama majalah/koran ditulis dengan menggunakna huruf miring. Makalah : nama pengarang, tahun penulisan, judul makalah, nama kegiatan (seminar, diskusi, lokakarya, dan lain-lain), tanggal pelaksanaan kegiatan, institusi pelaksana kegiatan. Judul makalah ditulis dalam tanda kutip.

Lampiran
Lampiran memuat materi yang bukan merupakan faktor utama dalam mengartikan hasil pelaksanaan kegiatan, sifatnya hanya melengkapi bagian utama laporan kegiatan. Lampiran harus tersedia apabila diperlukan pemeriksaan kembali terhadap analisis pelaksanaan kegiatan. Lampiran tidak perlu mencantumkan semua data bahan/materi/data yang terkumpul selama pelaksanaan kegiatan.

Cukup sekian terimakasiih, semoga bermanfaat JJJ




Sumber
https://paknewulan.wordpress.com

www.wikipedia.com