Senin, 04 Juli 2016

ARTIKEL, RESENSI, DAN LAPORAN

Seringkali kita menjumpai banyak majalah,novel maupun koran dan bacaan lainnya. Taukah kalian? Masing-masing dapat dikategorikan ke dalam artikel, resensi dan laporan. Disini saya akan mengulas singkat mengenai apa itu atikel, resensi dan laporan. Okee langsung saja

ARTIKEL

Pengertian
* KBBI (2006) – Artikel ialah sebuah karya tulis secara lengkap, contohnya esai di majalah atau        laporan berita, surat kabar, dsb.
* Sumandiria (2004) – Artikel merupakan sebuah tulisan lepas yang berisikan opini atau pendapat seseorang yang mengupas tuntas tentang sebuah masalah yang sifatnya aktual & biasanya kontroversial dengan tujuan untuk mempengaruhi, memberitahu, meyakinkan & menghibur para pembaca.
* Al-‘Aqli – Artikel merupakan sebuah tulisan yang ditulis oleh masing-masing disiplin ilmu & setiap pembahasan dikaji dan diselesaikan dengan cara tuntas, lugas dan jelas sehingga para pembaca dapat mengambil inti sari dari sebuah karangan yang ditulis.

Ciri-cirinya antara lain:
* Memiliki isi yang bersumber pada fakta dan tidak hanya sekedar realita;
* Berisikan tulisan yang singkat, padat, jelas dan tuntas;
* Hasil tulisannya original;
* Sifatnya faktual dengan mengungkapkan berbagai data yang diketahui oleh pengarang;
* Isi atau uraian karangannya sesuai fakta yang diperoleh dari narasumber atau objeknya, jadi tidak hanya hasil pemikiran si penulis;
* Isi artikel bisa berupa pemaparan mengenai biografi seorang tokoh, peristiwa, kisah perjalanan seseorang, argumentasi, hasil riset, berita terkini dls;
* Gagasan yang diangkat harus menyangkut kebutuhan para pembaca atau khalayak umum.

Narasi
Dalam narasi sederhana yang dikenal sebagai cerita. Dalam narasi peristiwa atau kejadian secara kronologis. Dalam acara tersebut ada juga pemimpin yang menangani konflik. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi.
Contoh:
* Narasi yang berisi fakta: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Contoh narasi dalam bentuk fiksi: novel, cerpen, cerbung, atau komik.
Eksposisi
Esai ini berisi deskripsi atau penjelasan dari topik dalam rangka memberikan informasi tambahan atau pengetahuan untuk pembaca. Untuk memperjelas deskripsi, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.
Contoh:
* Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang utama, yaitu akuntansi dan auditing. Di bidang akuntansi, retensi pekerjaan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, akuntansi perencanaan sistem informasi juga digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan.
* Pekerjaan audit di bidang akuntansi dalam bentuk pemeriksaan objektif laporan keuangan untuk menilai kewajaran informasi yang terkandung dalam laporan.
Argumentasi
Bertujuan untuk membuktikan kebenaran pendapat / kesimpulan dengan data / fakta sebagai alasan / bukti. Menurut argumen penulis mengharapkan pembenaran pembaca. Elemen pendapat dan data, serta fakta atau alasan yang mendukung pendapat.
Contoh:
* Kepahlawanan harus selalu dipupuk dan dikembangkan sebagai heroik. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan kepribadian luhur, berjiwa, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan kasih kepada sesama. Semua sifat ini diperlukan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.
Persuasi
Karangan ini bertujuan untuk mempengaruhi pembaca untuk melakukan sesuatu. Dalam persuasi penulis mengharapkan gerakan motorik dalam bentuk tindakan motorik yang dilakukan oleh pembaca menurut penulis direkomendasikan dalam esai.
Contoh:
* Katakan tidak untuk obat menghemat energi untuk generasi mendatang Hutan sahabat kita hidup sehat tanpa rokok Membaca memperluas cakrawala Langkah menyusun persuasi: Menentukan topik / tema Merumuskan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Mengembangkan garis mengembangkan lini menjadi persuasi buket.


RESENSI

Pengertian
Resensi berasal dari bahasa Latin yaitu revidere atau recensie yang artinya menimbang, melihat kembali atau menilai. Dalam KBBI disebutkan bahwa resensi merupakan ulasan dari sebuah buku. Maka resensi adalah ulasan singkat mengenai isi suatu buku, majalah, novel, drama atau film yang biasanya disiarkan melalui media-media sosial. Adapun tindakan meresensi ialah memberikan suatu penilaian, membahas, mengkritik atau mengungkapkan kembali isi didalamnya.

Unsur-Unsur Resensi
1. Identitas Buku, Identitas buku meliputi judul, nama pengarang, nama penerbit dan alamatnyam nomor edisi, dan ketebalannya. Identitas buku dapat juga meliputi ukuran buku, warna dan ilustrasi jilid. Akan tetapi, dalam kepentingannya dengan penulisan resensi hal itu jarang sekali dimunculkan
2. Ikhtisar Buku, Ikhtisar buku disusun berdasarkan pokok-pokok isi buku. Akan tetapi, karena buku yang akan anda resensi itu berua novel maka cara menentukan pokok-pokok tidak sama dengan buku nonfiksi. pokok-pokok isi novel dapat ditentukan berdasarkan keadaan ataupun peristiwa-peristiwa penting.
3. Kepengarangan, Sosok pengarang sering diceritakan dalam resensi novel. Hal itu terutama berkaitan dengan latar belakang, keahlian, sikap-sikap, dan karya-karyanya. Bagian-bagian tersebut diceritakan secara ringkas dan umumnya tidak melebihi satu paragraf. Sosok pengarang umumnya dicantumkan di halaman pertama atau dibagian belakang novel itu. Dari sanalah anda dapat berbicara tentang unsur kepengarangan. Untuk pengarang yang sudah terkenal, anda dapat membacanya dari sumber-sumber lain. Dari internet pun anda bisa memperoleh informasi lebih lengkap lagi
4. Keunggulan dan Kelemahan, Keunggulan dan kelemahan dalam resensi dapat berkaitan dengan unsur-unsur novel. Terhadap unsur-unsur itu, anda memberikan penilaian, baik itu berdasarkan kesedarhanaan, kejelasan kekhasan, pengusaan masalah, dan aspek-aspek lainnya yang ditentukan sendiri.

Adapun tujuan resensi buku diantaranya adalah sebagai berikut
:
* Untuk memberikan suatu pemahaman & informasi secara komprehensif kepada masyarakat atau pembaca tentang isi buku yang diresensi.
* Mengajak pembaca untuk mendiskusikan dan memikirkan lebih jauh tentang masalah yang diangkat  yang ada dalam buku tersebut.
* Untuk memberikan pertimbangan kepada pembaca tentang pantas atau tidaknya buku itu untuk dibaca atau diterbitkan.
* Untuk memberikan jawaban mengenai pertanyaan-pertanyaan dari pembaca ketika buku baru diterbitkan.


LAPORAN

Pengertian
Laporan adalah keterangan atau informasi tentang suatu keadaan atau kegiatan berdasarkan fakta. Laporan juga merupakan bentuk komunikasi yang dapat dilakukan secara tertulis atau lisan mengenai sesuatu hal tertentu sesuai dengan tujuan penulisannya.

Fungsi Laporan
Fungsi laporan diantaranya adalah sebagai berikut:
* pertanggungjawaban bagi orang yang diberi tugas.
* landasan pimpinan dalam mengambil kebijakan/keputusan.
* alat untuk melakukan pengawasan.
* dokumen sebagai bahan studi dan pengalaman bagi orang lain.

Laporan terbagi menjadi seperti berikut
1. Laporan berbentuk formulir atau matriks, yaitu laporan yang tinggal mengisi pada blangko yang disediakan.
2.  Laporan berbentuk memorandum atau nota, yaitu laporan yang diuraikan secara singkat. Laporan ini dibuat dalam rangka proses hubungan kerja antara atasan dan bawahan atau antar-unsur-unsur dalam suatu instansi.
3.  Laporan berbentuk surat, yaitu laporan yang diuraikan lebih panjang dari memorandum sebagaimana uraian dalam bentuk surat biasa. Jenis laporan ini dapat dipergunakan untuk bermacam-macam topik.
4. Laporan berbentuk naskah, yaitu laporan yang panjang, biasanya disusun seperti makalah. Materi laporan dibagi menjadi beberapa topik dan subtopik.
5. Laporan berbentuk buku, yaitu laporan yang disusun dalam bentuk buku.
Demikian ulasan singkat mengenai artikel, resensi, dan laporan, semoga bermanfaat JJJ






Sumber :
www.seputarpengetahuan.com
https://id.wikipedia.org/

Minggu, 03 Juli 2016

PENYUSUNAN LAPORAN

Laporan adalah keterangan atau informasi tentang suatu keadaan atau kegiatan berdasarkan fakta. Laporan juga merupakan bentuk komunikasi yang dapat dilakukan secara tertulis atau lisan mengenai sesuatu hal tertentu sesuai dengan tujuan penulisannya. Uraian berikut akan lebih ditekankan pada pembahasan hal-hal yang berkaitan dengan laporan tertulis. Laporan inilah yang secara resmi dijadikan sebagai sumber informasi, alat pertanggungjawaban, dan alat pengambilan keputusan dalam kehidupan organisasi.
Dari segi bentuk tertulis, laporan terbagi menjadi seperti berikut
      1.      Laporan berbentuk formulir atau matriks, yaitu laporan yang tinggal mengisi pada blangko yang disediakan.
      2.       Laporan berbentuk memorandum atau nota, yaitu laporan yang diuraikan secara singkat. Laporan ini dibuat dalam rangka proses hubungan kerja antara atasan dan bawahan atau antar-unsur-unsur dalam suatu instansi.
      3.       Laporan berbentuk surat, yaitu laporan yang diuraikan lebih panjang dari memorandum sebagaimana uraian dalam bentuk surat biasa. Jenis laporan ini dapat dipergunakan untuk bermacam-macam topik.
      4.      Laporan berbentuk naskah, yaitu laporan yang panjang, biasanya disusun seperti makalah. Materi laporan dibagi menjadi beberapa topik dan subtopik.
      5.      Laporan berbentuk buku, yaitu laporan yang disusun dalam bentuk buku.

Struktur Laporan
Ø  Unsur-unsur struktur laporan yang umum berlaku dalam penyusunan laporan, antara lain.
Format laporan
             Format laporan pada umumnya memiliki unsur-unsur yang terbagi atas :
  1.       Halaman sampul (cover) memuat judul laporan, yaitu diletakkan ditengah halaman dengan bentuk dan ukuran huruf yang proporsiona
  2.       Logo, lambang badan lembaga atau institusi, yaitu diletakkan di tengah asal judul dengan ukuran sesuai ketentuan.
  3.       Nama ketua atau anggota tim pembuat laporan dan ditulis lengkap dengan atau tanpa gelar kesarjanaan
  4.        Nama badan, lembaga atau institusi.
  5.             Tahun penulisan laporan.

Halaman judul
Berisi hal-hal yang sama seperti halaman sampul (cover).

Halaman pengesahan
Antara lain memuat : Judul lapor, identitas laporan lengkap dengan daftar nama ketua dan anggota tim pembuat laporan dan tanggal pengesahan laporan yang ditandai oleh tanda tangan ketua tim pembuat laporan serta tanda tangan pimpinan badan, lembaga atau institusi.

Prakata
Memuat penjelasan singkat latar belakang dan tujuan kegiatan yang dilaporkan. Selain itu, juga dicantumkan ucapan terimakasih kepada pihak (perorangan dan lembaga) tertentu yang membantu proses kegiatan sejak persiapan hingga penulisan laporan. Dalam prakata sedapat mungkin dihindari hal-hal yang bersifat ilmiah.

Daftar isi
Memuat gambaran secara menyeluruh tentang isi laporan yang dapat menuntun pembaca apabila ingin melihat langsung bagian tertentu. Daftar isi memuat urutan judul, subjudul, dan subjudul-subjudul yang lebih kecil beserta nomor halaman.

Daftar tabel
Memuat urutan judul tabel serta nomor halaman.

Daftar gambar
Memuat urutan judul gambar dan nomor halaman.

Daftar lampiran
Memuat urutan judul lampiran dan nomor halaman.

Abstrak atau intisari
Ditulis bahasa Indonesia.Tulisan ini merupakan pembukaan laporan, yang umumnya tidak lebih dari lima ratus kata, spasi rapat
Berisi : tujuan utama dan lingkup kegiatani, penjelasan singkat metode yang digunakan, ringkasan faktual hasil pelaksanaan kegiatan, dan simpulan utama.

Isi
      a)      Bab Pendahuluan
      Pendahuluan memuat deskripsi latar belakang: alasan-alasan mengapa kegiatan yang dilakukan           penting dan menarik. Selain itu, diicantumkan rumusan tujuan kegiatan. Hal utama yang perlu             dihindari dalam penyusunan pendahuluan adalah kecenderungan penulis laporan untuk membuat         pendahuluan menjadi suatu ulasan (review) yang sangat panjang yang terlalu banyak mengulas           bahan pustaka.
1.      Tujuan dan manfaat kegiatan, tujuan penelitian dirumuskan berdasarkan masalah-masalah yang ada sehngga rumusannya berkorelasi dengan rumusan masalah. Rumusan tujuan kegiatan dinyatakan secara eksplisit dalam formulasi kalimat yang operasional. Artinya, pemecahannya harus didasarkan pada parameter yang jelas, serta dapat dikerjakan dengan metode, teori, dan teknik tertentu.
2.      Ruang lingkup kegiatan, subbab ruang lingkup memuat paparan tentang subjek dan objek kegiatan Juga memuat paparan aspek/segi/unsur kegiatan yang akan dilakukan, serta relevansinya dengan tujuan kegiatan.
3.      Metode dan langkah kerja kegiatan Subbab ini merupakan bagian penting sebuah kegiatan. Dalam subbab ini diuraikan metode yang dipilih sesuai dengan tujuan kegiatan. Adapun langkah kerja kegiatan yang umum dilakukan didasarkan pada tahap-tahap umum sebuah kegiatan, yaitu tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan penyajian laporan hasil kegiatan.
4.      Sistematika penulisan laporan Subbab sistematika penulisan laporan memuat urutan penyajian laporan proses dan hasil kegiatan secara ringkas dan sistematik. Diawali dengan bab 1 pendahuluan berikut subbab-subbabnya, kemudian bab 2 proses pelaksanaan kegiatan berikut subbab-subbabnya, dan begitu seterusnya hingga bab akhir berupa penutup, daftar pustaka, dan lampiran.
     b)    Bab pembahasan atau pelaksanaan kegiatan
     Bab pembahasan/pelaksanaan kegiatan memuat seluruh proses pelaksanaan kegiatan, berupa              uraian penerapan metode dan teknik pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran kegiatan.                  Caranya dengan memisahkan pembahasan/pelaksanaan kegiatan dalam beberapa bab terpisah              sesuai dengan ruang lingkup kegiatan atau sasaran kegiatan
     c)    Bab Penutup
     Bab ini terdiri dari subbab simpulan dan subbab saran yang dipaparkan secara terpisah. Simpulan        merupakan pernyataan singkat dan tepat penjabaran proses dan hasil pembahasan/pelaksanaan            kegiatan untuk menunjukkan pencapaian tujuan kegiatan. Penulisan simpulan disusun secara              runtut sesuai urutan tahapan kegiatan. Dalam hal ini, simpulan yang merupakan jawaban terhadap      masalah utama kegiatan hendaknya dipaparkan terlebih dahulu, baru kemudian secara berurutan          dipaparkan simpulan-suimpulan lain sesuai derajat keutamaannya.

Saran
Disusun berdasarkan pertimbangan dan pengalaman penulis dan ditujukan kepada pihak lain, terutama penerima laporan, agar mendapat tanggapan lebih lanjut.

Daftar pustaka
Di bagian ini dicantumkan semua pustaka yang dirujuk sebagai referensi kegiatan. Tata cara penulisan daftar pustaka dimulai dengan nama pengarang yang disusun ke bawah menurut abjad. Dalam urutan ke bawah tidak ada perbedaan antara buku dan majalah/jurnal/bulletin, perbedaannya terletak pada penulisan huruf dan tanda bacanya. Hasil wawancara dapat digunakan sebagai daftar pustaka apabila telah ditranskripsikan dalam bentuk tulisan yang diberi judul. Adapun daftar pustaka yang bersumber dari internet cara penulisannya diatur secara khusus dalam tata tulis tersendiri.
Pada umumnya urutan cara penulisan daftar pustaka :
nama pengarang, tahun penerbitan, judul buku, jilid, kota tempat penerbitan, dan nama penerbit. Judul buku menggunakan huruf miring (Italic), tanpa diapit tanda kutip. Majalah atau koran : nama pengarang, tahun penerbitan, judul tulisan, nama majalah, hari/minggu, tanggal, tahun terbit, nomor halaman, dan nomor kolom. Judul tulisan atau artikel ditulis dalam tanda kutip, nama majalah/koran ditulis dengan menggunakna huruf miring. Makalah : nama pengarang, tahun penulisan, judul makalah, nama kegiatan (seminar, diskusi, lokakarya, dan lain-lain), tanggal pelaksanaan kegiatan, institusi pelaksana kegiatan. Judul makalah ditulis dalam tanda kutip.

Lampiran
Lampiran memuat materi yang bukan merupakan faktor utama dalam mengartikan hasil pelaksanaan kegiatan, sifatnya hanya melengkapi bagian utama laporan kegiatan. Lampiran harus tersedia apabila diperlukan pemeriksaan kembali terhadap analisis pelaksanaan kegiatan. Lampiran tidak perlu mencantumkan semua data bahan/materi/data yang terkumpul selama pelaksanaan kegiatan.

Cukup sekian terimakasiih, semoga bermanfaat JJJ




Sumber
https://paknewulan.wordpress.com

www.wikipedia.com

SINGKATAN DAN AKRONIM

Pada kehidupan sehari-hari khususnya dalam pelajaran Bahasa Indonesia seringkali kita menemukan singkatan kata yang mana kita sering keliru dalam penyebutannya. Bagaimana tidak? Masih ada akronim yang sering terlewatan terkadang kita menyebutkan bahwa itiu singkatan namun nyatanya itu adalah sebuah akronim. Kali ini akan dibahas mengenai singkatan dan akronim.
1.      Singkatan dan Akronim yang Terdiri Huruf Besar
a.       Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf yang biasanya terdiri atas huruf besar. Huruf besar yang dijadikan pola singkatan tersebut adalah huruf-huruf awal kata.
Contoh:
APBN à Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)
BBM  à Bahan Bakar Minyak
SLI     à Sambungan Langsung Internasional
PT      à Perseroan Terbatas
TVRI à Televisi Republik Indonesia
WNA à Warga Negara Asing
b.      Akronim berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital atau unsur-unsurnya terdiri atas huruf-huruf besar. Huruf-huruf besar yang membentuknya terdiri atas huruf-huruf awal kata.
Contoh :
IKIP  
à Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan
SIM    à Surat Izin Mengemudi
ABRI à Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
ASI    à Air Susu Ibu
HUT   à Hari Ulang Tahun
2.      Singkatan Atas Huruf Kecil
a.       Singkatan yang terdiri atas huruf-huruf kecil. Singkatan tersebut berasal dari huruf awal kata. Dalam pembentukannya harus digunakan tanda titik di antara huruf-huruf pembentuk singkatan itu.
Contoh:
 a.n.    à atas nama
d.a.     à dengan alamat
p.p.     à pulang pergi
u.p.     à untuk perhatian
a.l.      à antara lain
y.l.      à yang lalu
b.      Singkatan yang terdiri atas huruf-huruf kecil, yang dibentuk dari huruf awal. Singkatan ini terdiri atas tiga huruf kecil dan dibubuhi tanda titik pada akhir singkatan.
Contoh:
dll.      à dan lain-lain
dsb.    à dan sebagainya
dkk.    à dan kawan-kawan,
ybs.     à yang bersangkutan
tsb.     à tersebut
yad.    à yang akan dating
3.      Singkatan yang berupa akronim dari nama badan atau nama diri.
a.       Singkatan ini terdiri atas huruf-huruf bagian kata yang membentuk singkatan itu. Singkatan ini dilafalkan sebagai sebuah kata, sehingga disebut akronim. Huruf awal akronim ditulis dengan huruf besar.
Contoh:
Bappenas        à Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Depdiknas      à Departemen Pendidikan Nasional
Bakin              à Badan Koordinasi Intelijen Negara
Kapolri           à Kepala Kepolisian Republik Indonesia
Wagub            àWakil Gubernur)
b.      Akronim pada pola ini adalah akronim yang seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.
Contoh:
tilang              à bukti pelanggaran,
rudal               à peluru kendali
sosbud            à sosial budaya
toserba            à toko serbaada
pemilu            à pemilihan umum
4.      Singkatan pada gelar kesarjanaan dan sapaan.
Singkatan dapat terdiri atas huruf awal kata atau dapat pula berbentuk akronim. Tanda titik digunakan pada setiap huruf besar hasil singkatan.
Contoh:
S.H.          à (Sarjana Hukum),
S.Psi.        à (Sarjana Psikologi),
M.M.        à(Magister Manajemen),
S.Ag.        à(Sarjana Agama),
K.H.         à (Kyai Haji),
R.A.         à (Raden Ajeng)
5.       Pola singkatan yang berkaitan dengan lambang kimia, ukuran, timbangan, dan besaran. Tanda titik tidak digunakan pada pola singkatan ini.
Contoh:
Rp   à Rupiah)
Cm  à Sentimeter
Kg  à kilogram
MHz àmegahertz,
Ca   à kalsium
6.      Bentuk singkatan yang sebagian berasal dari kata-kata asal bahasa asing. Dalam singkatan ini tidak diperlukan tanda titik. 
Contoh:
Memo         àmemorandum
Lab             àlaboratorium
Resto          àrestoran
Promo         àpromosi,
Seleb           àselebritis
Kafe           àkafetaria)
 info            à(informasi),dll
7.      Akronim
Jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat berikut. Jumlah suku kata akronim jangan melebihi suku yang lazim pada kata Indonesia. Akronim dibentuk dengan memperhatikan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim. Karena akronim dilafalkan sebagai kata yang wajar, maka kadang-kadang akronim dapat diberi imbuhan.

Contoh:
Tilang         à bukti pelanggaran               = -menilang-ditilang-penilangan
PHK           à putus hubungan kerja         = -mem-PHK, di-PHK-kan
Tapol          à tahanan politik                   =-ditapolkan = dijadikan sebagai tahanan politik
UNTUK MEMUDAHKAN MENGENAI AKRONIM simak dibawah ini
 Akronim
Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, atau pun gabungan huruf dan suku kata dari deret yang diperlukan sebagai kata.
Akronim terdiri atas 3 (tiga) hal berikut ini.
a.       Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari dnieret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.
Contoh:
SIM    
à Surat Izin Mengemudi
IKIP   
àInstitut Keguruan dan Ilmu Pendidikan
b.       Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.
Contoh:
Akabri            
à Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
Kowani          
à Konggres Wanita Indonesia.

c.        Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, atau pun gabungan huruf dan suku kata atau pun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.
Contoh:
rusuna 
à rumah susun sederhana
humas 
à hubungan masyarakat

    Cukup sekian terimakasih, semoga materi yang diberikan bermanfaat bagi pembacanya J





Sumber :
www.indonesia.co